Selasa, 19 Desember 2017

SUNGAI DAN MORFOLOGI SUNGAI



TUGAS MAKALAH TENTANG
 SUNGAI DAN MORFOLOGI SUNGAI

1.             PENGERTIAN
Sungai adalah aliran air yang besar dan memanjang yang mengalir secara terus-menerus dari hulu (sumber) menuju hilir (muara).Ada juga sungai yang terletak di bawah tanah, disebut sebagai "underground river". Misalnya sungai bawah tanah di Gua Hang Soon Dong di Vietnam, sungai bawah tanah di Yucatan (Meksiko), sungai bawah tanah di Gua Pindul (Filipina).Pada beberapa kasus, sebuah sungai secara sederhana mengalir meresap ke dalam tanah sebelum menemukan badan air lainnya. Melalui sungai merupakan cara yang biasa bagi air hujan yang turun di daratan untuk mengalir ke laut atau tampungan air yang besar seperti danau. Sungai terdiri dari beberapa bagian, bermula dari mata air yang mengalir ke anak sungai. Beberapa anak sungai akan bergabung untuk membentuk sungai utama. Aliran air biasanya berbatasan dengan saluran dengan dasar dan tebing di sebelah kiri dan kanan. Pengujung sungai di mana sungai bertemu laut dikenali sebagai muara sungai.Sungai merupakan salah satu bagian dari siklus hidrologi. Air dalam sungai umumnya terkumpul dari presipitasi, seperti hujan, embun, mata air, limpasan bawah tanah, dan di beberapa negara tertentu juga berasal dari lelehan es/salju. Selain air, sungai juga mengalirkan sedimen dan polutan.Kemanfaatan terbesar sebuah sungai adalah untuk irigasi pertanian, bahan baku air minum, sebagai saluran pembuangan air hujan dan air limbah, bahkan sebenarnya potensial untuk dijadikan objek wisata sungai. Di Indonesia saat ini terdapat 5.950 daerah aliran sungai (DAS).

2.      JENIS-JENIS SUNGAI
a.         Menurut jumlah airnya:
1)      sungai permanen - yaitu sungai yang debit airnya sepanjang tahun relatif tetap. Contoh sungai jenis ini adalah sungai Kapuas, Kahayan, Barito, dan Mahakam di Kalimantan, Sungai Musi dan Sungai Indragiri di Sumatra.
2)      sungai periodik - yaitu sungai yang pada waktu musim hujan airnya banyak, sedangkan pada musim kemarau airnya sedikit. Contoh sungai jenis ini banyak terdapat di Pulau Jawa, misalnya Bengawan Solo dan Sungai Opak di Jawa Tengah, Sungai Progo dan Sungai Code di Daerah Istimewa Yogyakarta, serta Sungai Brantas di Jawa Timur.
3)      sungai intermittent atau sungai episodik - yaitu sungai yang mengalirkan airnya pada musim penghujan, sedangkan pada musim kemarau airnya kering. Contoh sungai jenis ini adalah Sungai Kalada di Pulau Sumba dan Sungai Batanghari di Sumatra.
4)      sungai ephemeral - yaitu sungai yang ada airnya hanya pada saat musim hujan. Pada hakekatnya, sungai jenis ini hampir sama dengan jenis episodik, hanya saja pada musim hujan sungai jenis ini airnya belum tentu banyak.
b.         Menurut genetiknya:
1)      sungai konsekwen yaitu sungai yang arah alirannya searah dengan kemiringan lereng.
2)      sungai subsekwen yaitu sungai yang aliran airnya tegak lurus dengan sungai konsekwen.
3)      sungai obsekwen yaitu anak sungai subsekwen yang alirannya berlawanan arah dengan sungai konsekwen.
4)      sungai insekwen yaitu sungai yang alirannya tidak teratur atau terikat oleh lereng daratan.
5)      sungai resekwen yaitu anak sungai subsekwen yang alirannya searah dengan sungai konsekwen.
6)      sungai andesen yaitu sungai yang kekuatan erosi ke dalamnya mampu mengimbangi pengangkatan lapisan batuan yang dilalui.
7)      sungai anaklinal yaitu sungai yang arah alirannya mengalami perubahan karena tidak mampu mengimbangi pengangkatan lapisan batuan.
c.         Menurut sumber airnya:
1)      sungai hujan yaitu sungai yang berasal dari air hujan. Banyak dijumpai di Pulau Jawa dan kawasan Nusa Tenggara.
2)      sungai gletser yaitu sungai yang berasal dari melelehnya es. Bnyak dijumpai di negara-negara yang beriklim dingin, seperti Sungai Gangga di India dan Sungai Rhein di Jerman.
3)      sungai campuran yaitu sungai yang berasal dari air hujan dan lelehan es. Dapat dijumpai di Papua, contohnya Sungai Digul dan Sungai Mamberamo.
3.      PEMBAGIAN SUNGAI
Daerah aliran sungai (DAS) merupakan unit alam berupa kawasan yang dibatasi oleh pemisah topografis berupa punggung-punggung bukit yang menampung, menyimpan dan mengalirkan curah hujan yang jatuh diatasnya ke sungai utama dan kemudian menyalurkannya ke laut. Wilayah daratan tersebut dinamakan Daerah Tangkapan Air (DTA atau catchment are­a) yang merupakan suatu ekosistem dengan unsur utamanya terdiri atas sumberdaya alam (tanah, air, dan vegetasi) dan sumberdaya manusia sebagai pemanfaat sumberdaya alam. Undang-undang Nomor 7 Tahun 2004 tentang Sumber Daya Air menyebutkan bahwa DAS adalah suatu bentang lahan yang dibatasi oleh punggung bukit pemisah aliran (topographic divide) yang menerima, menyimpan, dan mengalirkan air hujan melalui jaringan sungai dan bermuara di satu patusan (single outlet) di sungai utama menuju danau dan laut. DAS merupakan ekosistem alam berupa hamparan lahan yang bervariasi menurut kondisi geomorfologi (geologi, topografi, dan tanah), penggunaan lahan, dan iklim yang memungkinkan terwujudnya ekosistem hidrologi yang unik. Secara makro, DAS terdiri dari unsur biotik (flora dan fauna), abiotik (tanah, air, dan iklim), dan manusia yang saling berinteraksi dan saling ketergantungan membentuk sistem hidrologi. DAS juga dapat dipandang sebagai suatu sistem hidrologi yang dipengaruhi oleh presipitasi (hujan) sebagai masukan ke dalam sistem. DAS mempunyai karakteristik yang spesifik berkaitan dengan unsur-unsur utama seperti jenis tanah, topografi, geologi, geomorfologi, vegetasi, dan tata guna lahan. Berdasarkan fungsinya, DAS dibagi menjadi tiga bagian yaitu:
a.    Bagian hulu, didasarkan pada fungsi konservasi yang dikelola untuk mempertahankan kondisi lingkungan DAS agar tidak tergradasi, yang antara lain dapat di indikasikan dari kondisi tutupan vegetasi lahan DAS, kualitas air, kemampuan menyimpan air (debit), dan curah hujan.
b.    Bagian peralihan, didasarkan pada fungsi pemanfaatan air sungai yang dikelola untuk dapat memberikan manfaat bagi kepentingan sosial dan ekonomi, yang antara lain dapat di indikasikan dari kuantitas air, kualitas air, kemampuan menyalurkan air, dan ketinggian muka air tanah, serta terkait pada prasarana pengairan seperti pengelolaan sungai, waduk, dan danau.
c.    Bagian hilir, didasarkan pada fungsi pemanfaatan air sungai yang dikelola untuk dapat memberikan manfaat bagi kepentingan sosial dan ekonomi, yang di indikasikan melalui kuantitas dan kualitas air, kemampuan menyalurkan air, ketinggian curah hujan, dan terkait untuk kebutuhan pertanian, air bersih, serta pengelolaanair limbah.
    

4.      MANFAAT SUNGAI
a.    Mata air kehidupan
Manfaat sungai bagi kehidupan manusia yang paling penting adalah sebagai salah satu mata air yang digunakan untuk kehidupan. Kita setiap hari membutuhkan air, baik untuk minum, mandi, mencuci, dan segala kebutuhan lainnya. Entah kebutuhan dasar apapun memang dibutuhkan air. Meski zaman nanti akan semodern apa, tak bisa dilekang bahwa mereka tetap membutuhkan air. Namun sayangnya saat ini sulit sekali mendapatkan air yang layak konsumsi. Banyaknya polutan mengharuskan air untuk di desentralisasi terlebih dahulu.

b.    Sumber Irigasi
Bukan hanya manusia yang tak mampu hidup jika tanpa air. Tumbuhan juga seperti itu. Apalagi di daerah tinggi seperti pegunungan yang lahan pertanian di buat miring atau terasering. Adanya sungai dibuat untuk mengairi tempat tinggi. Sehingga penduduk menggali tanah dan membuat saluran air disana.

c.    Pembangkit Listrik
Manfaat lain yang digunakan sungai adalah sumber pembangkit listrik. Kemampuanya untuk memutar turbin yang mengalirkan sumber listrik sudah banyak di gunakan. Hal ini sudah dibuktikan di sekitar bantaran Sungai Asahan, Sumatra Utara. Tenaga listrik yang menggunakan aliran air sungai disebut PLTA (Pusat Listrik Tenaga Air).

d.   Lestarikan Ikan
Banyak masyarakat yang melestarikan ikan-ikanan pada sungai. Mereka sengaja membudidayakan beberapa ikan yang habitatnya di air tawar. Salah satu teknik yang digunakan dengan Karamba. Biasanya di isi oleh ikan jenis patin, nila, dan mas. Kebanyakan mereka yang merasa untung dengan cara ini. Sebab dari segi biaya lebih ekonomis dan pangan juga murah. Cocok untuk anda yang hobi pelihara ikan dan menjadikan usaha.

e.    Lokasi Pariwisata
Siapa sangka sungai mampu dijadikan lokasi wisata? Salah satunya ada di Sungai Bantimurung di Maros, Kalimantan Selatan. Tempat ini memiliki panorama indah dengan point view air terjun dan pemandangan alam yang menyejukan mata. Anda bisa mengamati habitat kupu-kupu yang beterbangan indah disana. Adalagi di daerah Karanganyar, di bawah kaki Gunung Lawu. Udara yang dingin dengan pemandangan yang menyegarkan. Anda bisa memilih obyek wisata Njumog, Cemoro Sewu atau Air terjun Tawangmangu.

f.     Lokasi Olahraga
Selain pemandangan yang menggairahkan, lokasi adanya sungai bisa digunakan untuk olahraga. Beberapa tempat yang arusnya cukup deras bisa digunakan untuk arung jeram. Salah satunya di lokasi sungai Gua Pindul daerah Gunung Kidul, Yogyakarta. Dibawah tetesan air gua, anda siap-siap mengapung diatas air sungainya. Sudah ada sistem pengaman serta aur juga tidak terlalu deras. Sehingga anda yang kurang lihai berenang tetap aman.

g.    Tempat santai
Sungai memang menjadi tempat santai, apalagi untuk kalangan para lelaki. Kebanyakan mereka memanfaatkan waktu senggang untuk memancing. Bahkan lokasi restoran ada yang berada diatas sungai. Seperti terombang ambing. Jadi sembari menunggu makanan datang, biasanya kaum adam memancing dahulu.

h.    Lokasi Jual Beli
Di beberapa tempat di nusantara menjadikan sungai sebagai lokasi jual beli. Salah satu contoh nyatanya adalah pasar terapung. Biasanya para penjual menjajakan jualanya diatas perahu kecil. Lalu pembeli menyewa perahu lain untuk menemui sang penjual disana. Meski dinilai cukup berbahaya, sebab kadang kala ada kasus perahu yang terbalik. Namun kegiatan ini tetap dilaksanakan untuk memenuhi kebutuhan.

i.      Sarana perjalanan transportasi
Di daerah yang memiliki lebih banyak perairan dari pada daratan, menggunakan sunga sebagai sarana transportasi. Salah satu conyoh nyatanya ada di daerah Kalimantan dan Sumatra. Mereka banyak menggantungkan hidupnya dengan aliran sungai. Jika musim kemarau, perjalanan sembako dari pusat distrik terhambat.
5.        KASUS BANJIR DAN PENANGGULANGANNYA
Bencana banjir seolah-olah terdengar tidak asing lagi, karena bencana tersebeut sering kali menimpa masyarakat. Hujan deras berkepanjangan sehingga menyebabkan bencana banjir yang tidak dapat di hindari, banjir yang merusak lingkungan, tempat tinggal dan perabotannya, sampai mengancam kesehatan karena banyaknya penyakit yang dapat menyerang kesehatan.
Apakah kita hanya bisa diam saja tanpa melakukan tindakan sedikit-pun dan membiarkan kondisi menjadi tidak sehat. Tentu tidak, karena itu kita harus bekerja sama dengan pemerintah yang telah bekerja keras selama ini untuk menanggulangi bencana banjir, sehingga kita harus mendukungnya untuk penanggulangan bencana banjir.
Berikut ini ada beberapa cara untuk penanggulangan bencana banjir :
1.    Membuat fungsi sungai dan selokan dapat bekerja dengan baik. Sungai dan selokan adalah tempat aliran air sehingga jangan sampai tercemari dengan sampah atau menjadi tempat pembuangan sampah yang akhirnya menyebabkan sungai dan selokan menjadi tersumbat.
2.    Melakukan reboisasi tanaman khususnya jenis tanaman dan pepohonan yang dapat menyerap air dengan cepat.
3.    Memperbanyak dan menyediakan lahan terbuka untuk membuar lahan hijau untuk penyerapan air.
4.    Berhenti membangun perumahan di tepi sungai, karena akan mempersempit sungai dan sampah rumah juga akan masuk sungai.
5.    Berhenti membangun gedung-gedung tinggi dan besar, karena akan menyebabkan bumi ini akan semakin sulit menahan bebanya dan membuat permukaan tanah turun.
6.    Hindari penebangan pohon-pohon di hutan secara liar dan juga di bantaran sungai, karena pohon berperan penting untuk pencegahan banjir. Sebenarnya menebang pohon tidak dilarang bila kita akan menanam kembali pohon tersebut dan tidak membiarkan hutan menjadi gundul.
Dengan melakukan cara penanggulangan banjir tersebut kita dapat mencegah bencana banjir. Karena selama ini pemerintah pun telah bekerja keras untuk mencegah terjadinya banjir, tetapi semua masyarakat pun harus mendukung agar semua bisa teratasi dengan baik.
Bila ada bencana banjir melanda suatu daerah tertentu kita dapat segera melaporkan ke Badan Penanggulangan Bencana yang akan segera membantu bila terjadi bencana.
6.        KEUNTUNGAN DAN KERUGIAN SUNGAI
1.        Keuntungan
a.    Mata air kehidupan
 
Manfaat sungai bagi kehidupan manusia yang paling penting adalah sebagai salah satu mata air yang digunakan untuk kehidupan. Anda setiap hari membutuhkan air, baik untuk minum, mandi, mencuci, dan segala kebutuhan lainnya.
Entah kebutuhan dasar apapun memang dibutuhkan air. Meski zaman nanti akan semodern apa, tak bisa dilekang bahwa mereka tetap membutuhkan air. Namun sayangnya saat ini sulit sekali mendapatkan air yang layak konsumsi. Banyaknya polutan mengharuskan air untuk di desentralisasi terlebih dahulu.

b.     Sumber Irigasi
Bukan hanya manusia yang tak mampu hidup jika tanpa air. Tumbuhan juga seperti itu. Apalagi di daerah tinggi seperti pegunungan yang lahan pertanian di buat miring atau terasering. Adanya sungai dibuat untuk mengairi tempat tinggi. Sehingga penduduk menggali tanah dan membuat saluran air disana.

c.    Pembangkit Listrik
Manfaat lain yang digunakan sungai adalah sumber pembangkit listrik. Kemampuanya untuk memutar turbin yang mengalirkan sumber listrik sudah banyak di gunakan. Hal ini sudah dibuktikan di sekitar bantaran Sungai Asahan, Sumatra Utara. Tenaga listrik yang menggunakan aliran air sungai disebut PLTA (Pusat Listrik Tenaga Air)

d.    Lestarikan Ikan
Banyak masyarakat yang melestarikan ikan-ikanan pada sungai. Mereka sengaja membudidayakan beberapa ikan yang habitatnya di air tawar. Salah satu teknik yang digunakan dengan Karamba. Biasanya di isi oleh ikan jenis patin, nila, dan mas. Kebanyakan mereka yang merasa untung dengan cara ini. Sebab dari segi biaya lebih ekonomis dan pangan juga murah. Cocok untuk anda yang hobi pelihara ikan dan menjadikan usaha.

e.    Lokasi Pariwisata
Siapa sangka sungai mampu dijadikan lokasi wisata? Salah satunya ada di Sungai Bantimurung di Maros, Kalimantan Selatan. Tempat ini memiliki panorama indah dengan point view air terjun dan pemandangan alam yang menyejukan mata. Anda bisa mengamati habitat kupu-kupu yang beterbangan indah disana. Adalagi di daerah Karanganyar, di bawah kaki Gunung Lawu. Udara yang dingin dengan pemandangan yang menyegarkan. Anda bisa memilih obyek wisata Njumog, Cemoro Sewu atau Air terjun Tawangmangu.
f.     Lokasi Olahraga
Selain pemandangan yang menggairahkan, lokasi adanya sungai bisa digunakan untuk olahraga. Beberapa tempat yang arusnya cukup deras bisa digunakan untuk arung jeram. Salah satunya di lokasi sungai Gua Pindul daerah Gunung Kidul, Yogyakarta. Dibawah tetesan air gua, anda siap-siap mengapung diatas air sungainya. Sudah ada sistem pengaman serta aur juga tidak terlalu deras. Sehingga anda yang kurang lihai berenang tetap aman.

g.    Tempat santai
Sungai memang menjadi tempat santai, apalagi untuk kalangan para lelaki. Kebanyakan mereka memanfaatkan waktu senggang untuk memancing. Bahkan lokasi restoran ada yang berada diatas sungai. Seperti terombang ambing. Jadi sembari menunggu makanan datang, biasanya kaum adam memancing dahulu. Menyenangkan bukan!

h.    Lokasi Jual Beli
Di beberapa tempat di nusantara menjadikan sungai sebagai lokasi jual beli. Salah satu contoh nyatanya adalah pasar terapung. Biasanya para penjual menjajakan jualanya diatas perahu kecil. Lalu pembeli menyewa perahu lain untuk menemui sang penjual disana. Meski dinilai cukup berbahaya, sebab kadang kala ada kasus perahu yang terbalik. Namun kegiatan ini tetap dilaksanakan untuk memenuhi kebutuhan.

i.      Sarana perjalanan transportasi
Di daerah yang memiliki lebih banyak perairan dari pada daratan, menggunakan sunga sebagai sarana transportasi. Salah satu conyoh nyatanya ada di daerah Kalimantan dan Sumatra. Mereka banyak menggantungkan hidupnya dengan aliran sungai. Jika musim kemarau, perjalanan sembako dari pusat distrik terhambat.

2.        Kerugian
a.    Erosi oleh air sungai
Air sungai yang mengalir dapat menyebabkan proses pengangkutan material-material yang mengapung maupun yang berada di dasar sungai mengasah dan menghanyutkannya ke bagian hilir. Di bagian hulu, arus sungai sangat deras dan mengakibatkan erosi bekerja secara vertikal (ke dasar sungai) sehingga mengubah bentuk badan sungai menjadi lembah-lembah berbentuk huruf V. Di bagian muara, arus sungai semakin lambat karena sungai mengalir di tempat yang semakin datar, sehingga erosi ke arah dasar sungai semakin kecil, akan tetapi erosi yang lebih besar terjadi ke arah dinding sungai (erosi horizontal). Akibatnya, pada bagian muara, sungai-sungai semakin melebar, sehingga mengubah badan sungai menjadi lembah-lembah berbentuk huruf U. Dampak dari erosi adalah menipisnya lapisan permukaan tanah bagian atas, yang akan menyebabkan menurunnnya kemampuan lahan (degradasilahan). Akibat lain darierosi adalah menurunnya kemampuan tanah untuk meresapkan air (infiltrasi). Penurunan kemampuan lahan meresapkan air kedalam lapisan tanah akan meningkatkan limpasan air permukaan yang akan mengakibatkan banjir di sungai. Selain itu butiran tanah yang terangkut oleh aliran permukaan pada akhirnya akan mengendap di sungai (sedimentasi) yang selanjutnya akibat tingginya sedimentasi akan mengakibatkan pendangkalan sungai sehingga akan memengaruhi kelancaran jalur pelayaran.

b.    Gerusan
Sungai adalah saluran drainase yang terbentuk secara alamiah, karena didalamnya terdapat air yang mengalir terus menerus maka timbullah gerusan-gerusan yang terjadi disepanjang sungai. Sedimen hasil dari gerusan tersebut nantinya akan terangkut oleh arus air dan mengendap dibagian hilir sungai.



Daftar pustaka
                  3.    http://manfaat.co.id/manfaat-sungai