TUGAS MAKALAH TENTANG
SUNGAI DAN MORFOLOGI SUNGAI
1.
PENGERTIAN
Sungai adalah aliran air yang
besar dan memanjang yang mengalir secara terus-menerus dari hulu (sumber)
menuju hilir (muara).Ada juga sungai yang terletak di bawah tanah, disebut
sebagai "underground river". Misalnya sungai bawah tanah di Gua Hang
Soon Dong di Vietnam, sungai bawah tanah di Yucatan (Meksiko), sungai bawah
tanah di Gua Pindul (Filipina).Pada beberapa kasus, sebuah sungai secara
sederhana mengalir meresap ke dalam tanah sebelum menemukan badan air lainnya.
Melalui sungai merupakan cara yang biasa bagi air hujan yang turun di daratan untuk mengalir ke laut atau tampungan air yang
besar seperti danau. Sungai terdiri dari
beberapa bagian, bermula dari mata air yang mengalir ke anak
sungai. Beberapa anak sungai akan bergabung untuk membentuk sungai utama.
Aliran air biasanya berbatasan dengan saluran dengan dasar dan tebing di
sebelah kiri dan kanan. Pengujung sungai di mana sungai bertemu laut dikenali
sebagai muara sungai.Sungai merupakan salah satu bagian dari siklus hidrologi.
Air dalam sungai umumnya terkumpul dari presipitasi, seperti hujan, embun, mata
air, limpasan bawah tanah, dan di beberapa negara tertentu juga berasal dari
lelehan es/salju. Selain air, sungai juga mengalirkan sedimen dan
polutan.Kemanfaatan terbesar sebuah sungai adalah untuk irigasi pertanian, bahan baku
air minum, sebagai saluran pembuangan air hujan dan air limbah, bahkan
sebenarnya potensial untuk dijadikan objek wisata sungai. Di Indonesia saat ini terdapat 5.950 daerah aliran sungai (DAS).
2. JENIS-JENIS
SUNGAI
a.
Menurut jumlah airnya:
1)
sungai permanen - yaitu sungai yang debit airnya
sepanjang tahun relatif tetap. Contoh sungai jenis ini adalah sungai Kapuas,
Kahayan, Barito, dan Mahakam di Kalimantan, Sungai Musi dan Sungai Indragiri di
Sumatra.
2)
sungai periodik - yaitu sungai yang pada waktu
musim hujan airnya banyak, sedangkan pada musim kemarau airnya sedikit. Contoh
sungai jenis ini banyak terdapat di Pulau Jawa, misalnya Bengawan Solo dan
Sungai Opak di Jawa Tengah, Sungai Progo dan Sungai Code di Daerah Istimewa
Yogyakarta, serta Sungai Brantas di Jawa Timur.
3)
sungai intermittent atau sungai
episodik - yaitu sungai yang mengalirkan airnya pada musim penghujan, sedangkan
pada musim kemarau airnya kering. Contoh sungai jenis ini adalah Sungai Kalada
di Pulau Sumba dan Sungai Batanghari di Sumatra.
4)
sungai ephemeral - yaitu sungai yang ada airnya
hanya pada saat musim hujan. Pada hakekatnya, sungai jenis ini hampir sama
dengan jenis episodik, hanya saja pada musim hujan sungai jenis ini airnya
belum tentu banyak.
b.
Menurut genetiknya:
3)
sungai obsekwen yaitu anak
sungai subsekwen yang alirannya berlawanan arah dengan sungai konsekwen.
6)
sungai andesen yaitu
sungai yang kekuatan erosi ke dalamnya mampu mengimbangi pengangkatan lapisan
batuan yang dilalui.
7)
sungai anaklinal yaitu
sungai yang arah alirannya mengalami perubahan karena tidak mampu mengimbangi
pengangkatan lapisan batuan.
c.
Menurut sumber airnya:
1)
sungai hujan yaitu
sungai yang berasal dari air hujan. Banyak dijumpai di Pulau Jawa dan kawasan
Nusa Tenggara.
2)
sungai gletser yaitu
sungai yang berasal dari melelehnya es. Bnyak dijumpai di negara-negara yang
beriklim dingin, seperti Sungai Gangga di India dan Sungai Rhein di Jerman.
3)
sungai campuran yaitu
sungai yang berasal dari air hujan dan lelehan es. Dapat dijumpai di Papua,
contohnya Sungai Digul dan Sungai Mamberamo.
3. PEMBAGIAN SUNGAI
Daerah
aliran sungai (DAS) merupakan unit alam berupa kawasan yang dibatasi oleh
pemisah topografis berupa punggung-punggung bukit yang menampung, menyimpan dan
mengalirkan curah hujan yang jatuh diatasnya ke sungai utama dan kemudian
menyalurkannya ke laut. Wilayah daratan tersebut dinamakan Daerah Tangkapan Air
(DTA atau catchment area) yang merupakan suatu ekosistem dengan
unsur utamanya terdiri atas sumberdaya alam (tanah, air, dan vegetasi) dan
sumberdaya manusia sebagai pemanfaat sumberdaya alam. Undang-undang Nomor 7
Tahun 2004 tentang Sumber Daya Air menyebutkan bahwa DAS adalah suatu bentang
lahan yang dibatasi oleh punggung bukit pemisah aliran (topographic divide) yang menerima, menyimpan, dan mengalirkan air
hujan melalui jaringan sungai dan bermuara di satu patusan (single outlet) di sungai utama menuju
danau dan laut. DAS merupakan ekosistem alam berupa hamparan lahan yang
bervariasi menurut kondisi geomorfologi (geologi, topografi, dan tanah),
penggunaan lahan, dan iklim yang memungkinkan terwujudnya ekosistem
hidrologi yang unik. Secara makro, DAS terdiri
dari unsur biotik (flora dan fauna), abiotik (tanah, air, dan iklim), dan
manusia yang saling berinteraksi dan saling ketergantungan membentuk sistem
hidrologi. DAS juga dapat
dipandang sebagai suatu sistem hidrologi yang dipengaruhi oleh presipitasi
(hujan) sebagai masukan ke dalam sistem. DAS mempunyai karakteristik yang
spesifik berkaitan dengan unsur-unsur utama seperti jenis tanah, topografi,
geologi, geomorfologi, vegetasi, dan tata guna lahan. Berdasarkan fungsinya,
DAS dibagi menjadi tiga bagian yaitu:
a. Bagian hulu, didasarkan pada fungsi
konservasi yang dikelola untuk mempertahankan kondisi lingkungan DAS agar tidak
tergradasi, yang antara lain dapat di indikasikan dari kondisi tutupan vegetasi
lahan DAS, kualitas air, kemampuan menyimpan air (debit), dan curah hujan.
b. Bagian peralihan, didasarkan pada
fungsi pemanfaatan air sungai yang dikelola untuk dapat memberikan manfaat bagi
kepentingan sosial dan ekonomi, yang antara lain dapat di indikasikan dari
kuantitas air, kualitas air, kemampuan menyalurkan air, dan ketinggian muka air
tanah, serta terkait pada prasarana pengairan seperti pengelolaan sungai,
waduk, dan danau.
c. Bagian hilir, didasarkan pada fungsi
pemanfaatan air sungai yang dikelola untuk dapat memberikan manfaat bagi
kepentingan sosial dan ekonomi, yang di indikasikan melalui kuantitas dan
kualitas air, kemampuan menyalurkan air, ketinggian curah hujan, dan terkait
untuk kebutuhan pertanian, air bersih, serta pengelolaanair limbah.
4.
MANFAAT
SUNGAI
a. Mata air kehidupan
Manfaat sungai bagi kehidupan manusia yang paling penting adalah
sebagai salah satu mata air yang digunakan untuk kehidupan. Kita setiap hari
membutuhkan air, baik untuk minum, mandi, mencuci, dan segala kebutuhan
lainnya. Entah kebutuhan dasar apapun memang dibutuhkan air. Meski zaman nanti
akan semodern apa, tak bisa dilekang bahwa mereka tetap membutuhkan air. Namun
sayangnya saat ini sulit sekali mendapatkan air yang layak konsumsi. Banyaknya
polutan mengharuskan air untuk di desentralisasi terlebih dahulu.
b.
Sumber Irigasi
Bukan hanya manusia yang tak mampu hidup jika tanpa air. Tumbuhan juga
seperti itu. Apalagi di daerah tinggi seperti pegunungan yang lahan pertanian
di buat miring atau terasering. Adanya sungai dibuat untuk mengairi tempat
tinggi. Sehingga penduduk menggali tanah dan membuat saluran air disana.
c.
Pembangkit Listrik
Manfaat lain yang digunakan sungai adalah sumber pembangkit listrik.
Kemampuanya untuk memutar turbin yang mengalirkan sumber listrik sudah banyak
di gunakan. Hal ini sudah dibuktikan di sekitar bantaran Sungai Asahan, Sumatra
Utara. Tenaga listrik yang menggunakan aliran air sungai disebut PLTA (Pusat
Listrik Tenaga Air).
d.
Lestarikan Ikan
Banyak masyarakat yang melestarikan ikan-ikanan pada sungai. Mereka
sengaja membudidayakan beberapa ikan yang habitatnya di air tawar. Salah satu
teknik yang digunakan dengan Karamba. Biasanya di isi oleh ikan jenis patin,
nila, dan mas. Kebanyakan mereka yang merasa untung dengan cara ini. Sebab dari
segi biaya lebih ekonomis dan pangan juga murah. Cocok untuk anda yang hobi
pelihara ikan dan menjadikan usaha.
e. Lokasi Pariwisata
Siapa sangka sungai mampu dijadikan lokasi wisata? Salah satunya ada di
Sungai Bantimurung di Maros, Kalimantan Selatan. Tempat ini memiliki panorama
indah dengan point view air terjun dan pemandangan alam yang menyejukan mata.
Anda bisa mengamati habitat kupu-kupu yang beterbangan indah disana. Adalagi di
daerah Karanganyar, di bawah kaki Gunung Lawu. Udara yang dingin dengan
pemandangan yang menyegarkan. Anda bisa memilih obyek wisata Njumog, Cemoro
Sewu atau Air terjun Tawangmangu.
f.
Lokasi Olahraga
Selain pemandangan yang menggairahkan, lokasi adanya sungai bisa
digunakan untuk olahraga. Beberapa tempat yang arusnya cukup deras bisa
digunakan untuk arung jeram. Salah satunya di lokasi sungai Gua Pindul daerah
Gunung Kidul, Yogyakarta. Dibawah tetesan air gua, anda siap-siap mengapung
diatas air sungainya. Sudah ada sistem pengaman serta aur juga tidak terlalu
deras. Sehingga anda yang kurang lihai berenang tetap aman.
g.
Tempat santai
Sungai memang menjadi tempat santai, apalagi untuk kalangan para
lelaki. Kebanyakan mereka memanfaatkan waktu senggang untuk memancing. Bahkan
lokasi restoran ada yang berada diatas sungai. Seperti terombang ambing. Jadi
sembari menunggu makanan datang, biasanya kaum adam memancing dahulu.
h.
Lokasi Jual Beli
Di beberapa tempat di nusantara menjadikan sungai sebagai lokasi jual
beli. Salah satu contoh nyatanya adalah pasar terapung. Biasanya para penjual
menjajakan jualanya diatas perahu kecil. Lalu pembeli menyewa perahu lain untuk
menemui sang penjual disana. Meski dinilai cukup berbahaya, sebab kadang kala
ada kasus perahu yang terbalik. Namun kegiatan ini tetap dilaksanakan untuk
memenuhi kebutuhan.
i. Sarana perjalanan transportasi
Di daerah yang memiliki lebih banyak perairan dari pada daratan,
menggunakan sunga sebagai sarana transportasi. Salah satu conyoh nyatanya ada
di daerah Kalimantan dan Sumatra. Mereka banyak menggantungkan hidupnya dengan
aliran sungai. Jika musim kemarau, perjalanan sembako dari pusat distrik
terhambat.
5.
KASUS BANJIR
DAN PENANGGULANGANNYA
Bencana
banjir seolah-olah terdengar tidak asing lagi, karena bencana tersebeut sering
kali menimpa masyarakat. Hujan deras berkepanjangan sehingga menyebabkan
bencana banjir yang tidak dapat di hindari, banjir yang merusak lingkungan,
tempat tinggal dan perabotannya, sampai mengancam kesehatan karena banyaknya
penyakit yang dapat menyerang kesehatan.
Apakah kita
hanya bisa diam saja tanpa melakukan tindakan sedikit-pun dan membiarkan
kondisi menjadi tidak sehat. Tentu tidak, karena itu kita harus bekerja sama
dengan pemerintah yang telah bekerja keras selama ini untuk menanggulangi bencana
banjir, sehingga kita harus mendukungnya untuk penanggulangan bencana banjir.
Berikut ini
ada beberapa cara untuk penanggulangan bencana banjir :
1. Membuat
fungsi sungai dan selokan dapat bekerja dengan baik. Sungai dan selokan adalah
tempat aliran air sehingga jangan sampai tercemari dengan sampah atau menjadi
tempat pembuangan sampah yang akhirnya menyebabkan sungai dan selokan menjadi
tersumbat.
2. Melakukan
reboisasi tanaman khususnya jenis tanaman dan pepohonan yang dapat menyerap air
dengan cepat.
3. Memperbanyak
dan menyediakan lahan terbuka untuk membuar lahan hijau untuk penyerapan air.
4. Berhenti
membangun perumahan di tepi sungai, karena akan mempersempit sungai dan sampah
rumah juga akan masuk sungai.
5. Berhenti
membangun gedung-gedung tinggi dan besar, karena akan menyebabkan bumi ini akan
semakin sulit menahan bebanya dan membuat permukaan tanah turun.
6. Hindari
penebangan pohon-pohon di hutan secara liar dan juga di bantaran sungai, karena
pohon berperan penting untuk pencegahan banjir. Sebenarnya menebang pohon tidak
dilarang bila kita akan menanam kembali pohon tersebut dan tidak membiarkan
hutan menjadi gundul.
Dengan
melakukan cara penanggulangan banjir tersebut kita dapat mencegah bencana
banjir. Karena selama ini pemerintah pun telah bekerja keras untuk mencegah
terjadinya banjir, tetapi semua masyarakat pun harus mendukung agar semua bisa
teratasi dengan baik.
Bila ada
bencana banjir melanda suatu daerah tertentu kita dapat segera melaporkan ke
Badan Penanggulangan Bencana yang akan segera membantu bila terjadi bencana.
6.
KEUNTUNGAN
DAN KERUGIAN SUNGAI
1.
Keuntungan
a.
Mata air
kehidupan
Manfaat
sungai bagi kehidupan manusia yang paling penting adalah sebagai salah satu
mata air yang digunakan untuk kehidupan. Anda setiap hari membutuhkan air, baik
untuk minum, mandi, mencuci, dan segala kebutuhan lainnya.
Entah
kebutuhan dasar apapun memang dibutuhkan air. Meski zaman nanti akan semodern
apa, tak bisa dilekang bahwa mereka tetap membutuhkan air. Namun sayangnya saat
ini sulit sekali mendapatkan air yang layak konsumsi. Banyaknya polutan
mengharuskan air untuk di desentralisasi terlebih dahulu.
b.
Sumber Irigasi
Bukan hanya
manusia yang tak mampu hidup jika tanpa air. Tumbuhan juga seperti itu. Apalagi
di daerah tinggi seperti pegunungan yang lahan pertanian di buat miring atau
terasering. Adanya sungai dibuat untuk mengairi tempat tinggi. Sehingga
penduduk menggali tanah dan membuat saluran air disana.
c.
Pembangkit
Listrik
Manfaat lain
yang digunakan sungai adalah sumber pembangkit listrik. Kemampuanya untuk
memutar turbin yang mengalirkan sumber listrik sudah banyak di gunakan. Hal ini
sudah dibuktikan di sekitar bantaran Sungai Asahan, Sumatra Utara. Tenaga
listrik yang menggunakan aliran air sungai disebut PLTA (Pusat Listrik Tenaga
Air)
d.
Lestarikan Ikan
Banyak
masyarakat yang melestarikan ikan-ikanan pada sungai. Mereka sengaja
membudidayakan beberapa ikan yang habitatnya di air tawar. Salah satu teknik
yang digunakan dengan Karamba. Biasanya di isi oleh ikan jenis patin, nila, dan
mas. Kebanyakan mereka yang merasa untung dengan cara ini. Sebab dari segi
biaya lebih ekonomis dan pangan juga murah. Cocok untuk anda yang hobi pelihara
ikan dan menjadikan usaha.
e.
Lokasi
Pariwisata
Siapa sangka
sungai mampu dijadikan lokasi wisata? Salah satunya ada di Sungai Bantimurung
di Maros, Kalimantan Selatan. Tempat ini memiliki panorama indah dengan point
view air terjun dan pemandangan alam yang menyejukan mata. Anda bisa mengamati
habitat kupu-kupu yang beterbangan indah disana. Adalagi di daerah Karanganyar,
di bawah kaki Gunung Lawu. Udara yang dingin dengan pemandangan yang
menyegarkan. Anda bisa memilih obyek wisata Njumog, Cemoro Sewu atau Air terjun
Tawangmangu.
f.
Lokasi
Olahraga
Selain
pemandangan yang menggairahkan, lokasi adanya sungai bisa digunakan untuk olahraga.
Beberapa tempat yang arusnya cukup deras bisa digunakan untuk arung jeram.
Salah satunya di lokasi sungai Gua Pindul daerah Gunung Kidul, Yogyakarta.
Dibawah tetesan air gua, anda siap-siap mengapung diatas air sungainya. Sudah
ada sistem pengaman serta aur juga tidak terlalu deras. Sehingga anda yang
kurang lihai berenang tetap aman.
g.
Tempat
santai
Sungai
memang menjadi tempat santai, apalagi untuk kalangan para lelaki. Kebanyakan
mereka memanfaatkan waktu senggang untuk memancing. Bahkan lokasi restoran ada
yang berada diatas sungai. Seperti terombang ambing. Jadi sembari menunggu
makanan datang, biasanya kaum adam memancing dahulu. Menyenangkan bukan!
h.
Lokasi
Jual Beli
Di beberapa
tempat di nusantara menjadikan sungai sebagai lokasi jual beli. Salah satu
contoh nyatanya adalah pasar terapung. Biasanya para penjual menjajakan
jualanya diatas perahu kecil. Lalu pembeli menyewa perahu lain untuk menemui
sang penjual disana. Meski dinilai cukup berbahaya, sebab kadang kala ada kasus
perahu yang terbalik. Namun kegiatan ini tetap dilaksanakan untuk memenuhi
kebutuhan.
i.
Sarana
perjalanan transportasi
Di daerah
yang memiliki lebih banyak perairan dari pada daratan, menggunakan sunga
sebagai sarana transportasi. Salah satu conyoh nyatanya ada di daerah
Kalimantan dan Sumatra. Mereka banyak menggantungkan hidupnya dengan aliran
sungai. Jika musim kemarau, perjalanan sembako dari pusat distrik terhambat.
2.
Kerugian
a.
Erosi oleh air sungai
Air sungai yang mengalir dapat menyebabkan proses
pengangkutan material-material yang mengapung maupun yang berada di dasar
sungai mengasah dan menghanyutkannya ke bagian hilir. Di bagian hulu, arus
sungai sangat deras dan mengakibatkan erosi bekerja secara vertikal (ke dasar
sungai) sehingga mengubah bentuk badan sungai menjadi lembah-lembah berbentuk
huruf V. Di bagian muara, arus sungai semakin lambat karena sungai mengalir
di tempat yang semakin datar, sehingga erosi ke arah dasar sungai semakin
kecil, akan tetapi erosi yang lebih besar terjadi ke arah dinding sungai (erosi
horizontal). Akibatnya, pada bagian muara, sungai-sungai semakin melebar,
sehingga mengubah badan sungai menjadi lembah-lembah berbentuk huruf U. Dampak
dari erosi adalah menipisnya lapisan permukaan tanah
bagian atas, yang akan menyebabkan menurunnnya kemampuan lahan (degradasilahan).
Akibat lain darierosi adalah menurunnya kemampuan tanah untuk meresapkan air
(infiltrasi). Penurunan kemampuan lahan meresapkan air
kedalam lapisan tanah akan meningkatkan limpasan air permukaan yang akan
mengakibatkan banjir di sungai. Selain itu butiran
tanah yang terangkut oleh aliran permukaan pada akhirnya akan mengendap di
sungai (sedimentasi) yang selanjutnya akibat tingginya sedimentasi akan
mengakibatkan pendangkalan sungai sehingga akan memengaruhi kelancaran jalur
pelayaran.
b. Gerusan
Sungai adalah saluran
drainase yang terbentuk secara alamiah, karena didalamnya terdapat air yang
mengalir terus menerus maka timbullah gerusan-gerusan yang terjadi disepanjang
sungai. Sedimen hasil dari gerusan tersebut nantinya akan terangkut oleh arus
air dan mengendap dibagian hilir sungai.
Daftar pustaka
3. http://manfaat.co.id/manfaat-sungai