Sabtu, 07 November 2009

Sistem Informasi


Sistem Informasi

Informasi didefinisikan sebagai data yang telah diolah menjadi bentuk yang berguna dan mempunyai makna bagi manusia. Sedangkan data adalah kumpulan dari fakta-fakta yang merepresentasikan kejadian-kejadian yang terjadi di dalam organisasi atau lingkungan fisik sebelum diolah menjadi bentuk yang dimengerti dan berguna untuk manusia.
Sistem Informasi secara teknis dapat didefinisikan sebagai kerja sama antara komponen-komponen yang saling terhubung untuk mengumpulkan, memproses, menyimpan dan memilah-milah informasi untuk mendukung pengambilan keputusan, koordinasi, pengendalian, analisis, dan visualisasi dalam sebuah organisasi.
Ada tiga aktivitas dalam sistem informasi yaitu input, pemrosesan dan output. Input menerima atau mengumpulkan data dari dalam organisasi atau lingkungan. Pemrosesan mengubah masukan data menjadi informasi yang berarti dan berguna. Sedangkan output mengirim kembali hasil pemrosesan ke organisasi atau lingkungan.

Informasi didefinisikan sebagai data yang telah diolah menjadi bentuk yang berguna dan mempunyai makna bagi manusia. Sedangkan data adalah kumpulan dari fakta-fakta yang merepresentasikan kejadian-kejadian yang terjadi di dalam organisasi atau lingkungan fisik sebelum diolah menjadi bentuk yang dimengerti dan berguna untuk manusia.
Sistem Informasi secara teknis dapat didefinisikan sebagai kerja sama antara komponen-komponen yang saling terhubung untuk mengumpulkan, memproses, menyimpan dan memilah-milah informasi untuk mendukung pengambilan keputusan, koordinasi, pengendalian, analisis, dan visualisasi dalam sebuah organisasi.
Ada tiga aktivitas dalam sistem informasi yaitu input, pemrosesan dan output. Input menerima atau mengumpulkan data dari dalam organisasi atau lingkungan. Pemrosesan mengubah masukan data menjadi informasi yang berarti dan berguna. Sedangkan output mengirim kembali hasil pemrosesan ke organisasi atau lingkungan.

Beberapa Tingkatan Sistem Informasi
Ada empat tipe dari sistem informasi melayani tingkatan organisasi yang berbeda, berturut–turut dari tingkat yang paling rendah yaitu operational-level systems, knowledge-level systems, management-level systems dan strategic-level systems.
1.Operational-level systems (sistem pada level operasional) mendukung manajer operasional dengan menyimpan berbagai aktivitas elementer dan transaksi dari organisasi. Misal: penjualan, aliran material dalam perusahaan, penggajian dll. Kegunaan utama dari sistem di level ini adalah untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan rutin dan melacak aliran transaksi dalam organisasi. Misal: berapa dana yang dikeluarkan untuk gaji bulan ini?. Untuk menjawab pertanyaan ini informasi secara umum harus tersedia yang terbaru dan akurat.
2.Knowledge-level systems mendukung knowledge workers dan data workers di sebuah organisasi. Kegunaan sistem pada level ini adalah membantu mengintegrasikan pengetahuan baru ke dalam bisnis dan untuk membantu organisasi untuk mengendalikan pekerjaan administrasi. Sistem pada level ini, khususnya dalam bentuk dari workstations dan sistem perkantoran, adalah aplikasi yang berkembang pesat di bisnis baru-baru ini.
3.Management-level systems di rancang untuk melayani pengamatan, pengendalian, pembuatan keputusan, dan aktivitas administratif level manajer menengah. Level ini biasanya menyediakan laporan secara periodik tentang data tertentu.
4.Strategic-level systems membantu perencanaan jangka panjang oleh para manajer senior. Perhatian utamanya terletak pada mengantisipasi perubahan pada lingkungan luar ke dalam organisasi.

Enam Tipe Utama dari Sistem Informasi
Dalam bagian ini kita akan menjelaskan kategori-kategori spesifik dari sistem yang melayani tiap level organisasi yang disebutkan di bagian 2.1.1. Ada 6 tipe sistem informasi yaitu :
1.Transaction processing systems (TPS) adalah sistem terkomputerisasi yang menjalankan dan menyimpan transaksi rutin sehari-hari untuk menjalankan bisnis. Sistem ini bekerja pada level operasional. Input pada level ini adalah transaksi dan kejadian. Proses dalam sistem ini meliputi pengurutan data, melihat data, memperbaharui data. Sedangkan outputnya adalah laporan yang detail, daftar lengkap dan ringkasan.
2.Knowledge work systems (KWS) adalah sistem informasi yang membuat dan mengintegrasikan pengetahuan baru ke organisasi.
3.Office Automation Systems (OAS) adalah sistem komputer seperti pengolah kata, e-mail, dan sistem penjadwalan, yang didesain untuk meningkatkan produktifitas dari data workers di organisasi. Nomor 2 dan 3 melayani knowledge level.

4.Management Information Systems adalah sistem informasi pada management-level sebuah organisasi yang melayani fungsi-fungsi perencanaan, pengendalian dan pengambilan keputusan yang dibuat dengan menyediakan ringkasan rutin dan laporan periodik.
5.Decision-support systems (DSS) adalah sistem informasi di management-level sebuah organisasi yang mengkombinasikan data dan model analitis yang rumit untuk mendukung pengambilan keputusan yang terstruktur dan semi terstruktur.
6.Executive support systems (ESS) adalah sistem informasi pada strategic-level sebuah organisasi yang dirancang untuk tujuan pengambilan keputusan yang tidak terstruktur.

Berdasarkankan level yang dilayani dalam organisasi, maka sistem informasi peralatan laboratorium dan kantor serta ruang yang dikerjakan dalam skripsi ini dibuat untuk level operasional.


Sedikit Mengenai Konsep Basis Data
Basis Data adalah sebuah metode untuk menyimpan dan mengambil lagi data tersebut saat dibutuhkan. Data adalah bagian dari informasi. Data yang tidak teratur tidak mempunyai fungsi apa-apa. Sebuah basis data menyediakan cara untuk mengatur data-data dengan aturan tertentu tidak ada bedanya dengan rak buku perpustakaan yang mengatur buku berdasarkan nomor bukunya.
Sistem basis data mempunyai banyak model, salah satunya adalah basis data relasional. Basis Data relasional memilah-milah data dalam bentuk tabel dua dimensi. Tiap tabel terdiri dari lajur mendatar disebut dengan Row/Record dan lajur vertikal yang disebur Coloum/Field. Pada tiap pertemuan lajur-lajur data tersebut item-item data ditempatkan. Tabel merupakan bentuk alamiah untuk menyatakan fakta yang sering kita gunakan sehingga bentuk inilah yang sering kita gunakan.
Pengelolaan basis data secara fisik tidak dilakukan oleh pemakai secara langsung, tetapi ditangani oleh perangkat lunak yang spesifik. Perangkat lunak ini yang disebut DBMS (Database Management System). Perangkat lunak inilah yang akan menentukan bagaimana data diorganisasi, disimpan, diubah dan diambil kembali. Ia juga menerapkan mekanisme pengamanan data, pemakaian data bersama dari banyak pengguna, pemaksaan keakuratan/konsistensi data dan sebagainya. Kebanyakan DBMS bekerja dengan metode relasional sehingga sering disebut RDBMS (Relational Database Management System). Contoh RDBMS adalah MySQL, PostgreSQL, Oracle, FoxBase.
Structured Query Language (SQL) adalah bahasa yang dipakai pada banyak RDBMS. Bahasa SQL ini mempunyai syntax yang cukup mudah untuk dipahami manusia. SQL adalah bahasa untuk mengambil data. Jika informasi terpendam pada suatu tempat di basis data, SQL menyediakan cara yang mudah untuk mengambilnya.
Tapi SQL mempunyai kelemahan dalam menampilkan hasil eksekusinya. SQL tidak mempunyai cara yang bagus untuk menampilkan hasil eksekusinya baik dalam bentuk cetak maupun layar. Kelemahan inilah yang coba diatasi dengan PHP3, yaitu dengan PHP3 kita bisa menampilkan halaman web dinamis yang isinya merupakan hasil eksekusi dari SQL. Kombinasi dari PHP3 dan SQL inilah yang coba dipakai untuk membangun suatu aplikasi basis data yang berbasis web.

Tidak ada komentar: